Semarak hari santri di Al-Falah Ploso

        Hari santri merupakan peringatan tahunan yang jatuh pada tanggal 22 Oktober. Peringatan ini diselenggarakan di berbagai daerah di Indonesia, khususnya di lingkungan pesantren, sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan dan kontribusi santri dalam menjaga agama, bangsa dan negara.

        Dalam rangka memperingati hari santri, pondiok pesantren al falah ploso menggelar berbagai kegiatan. Rangkaian acara diawali dengan upacara pengibaran bendera merah putih yang diikuti oleh para santri, pengurus, serta sejumlah guru sepuh. Upacara tersebut dipimpin oleh Ust. Firdaus Zayadi, salah seorang guru sepuh asal Probolinggo.

        Dalam amanatnya,Ust. Firdaus menyampaikan bahwa santri adalah sosok yang berpegag teguh p[ada Al-quran, mengikuti tuntunan Nabi Muhammad SAW, memiliki tatakraman yang baik,  serta tidak mudah terombang ambing oleh arus perkembangan zaman. Beliau juga mengingatkan pentingnya menjauhi berbagai perilaku negatif seperti perundungan, tindakan asusila dan perbuatan lain yang bertentangan dengan nilai-nilai moral.

        Semarak peringatan hari santri semakin terasa dengan diselenggarakannya berbagai perlombaan. Mulai dari perlombaan ilmiah seperti Musabaqoh Hifdhil Qur’an (MHQ), dan juga adzan, hingga perlombaan olah raga, seperti futsal, tenis meja, dan tarik tambang. Seluruh perlombaan tersebut disambut dengan antusiasme tinggi oleh para santri.

        Satu hal yang paling menarikperhatian adalah semangat pasa suporter futsal. Dengan membawa berbagai perengakapan pendukung termasuk bass drumb, mereka memberikan dukungan meriah kepada tim kebanggaannya. Riuh sorak sorai para suporterpun menambah semarak suasana perlombaaan dan menjadikan peringatan hari santri semakin berkesan.

        Sebagai penutup rangkaian kegiatan , alfalah ploso menggelar acara sholawat kubro pada malam hari yang bertepatan dengan malam jum’at. Acara tersebut dihadiri oleh guh H. Muhammad Makmun dan beberapa tokoh lainnya. Lantunan sholawat yang menggema menjadi penutup yang khidmat bagi seluruh rangkaian hari santri.

        Acara kemudian ditutup dengan tausyiah oleh gus makmun. Dalam pesannya beliau menyampaikan bahwa keinginan yang tidak disertai dengan usaha hanyalah fatamorgana, maka dari itu marilah kita berusaha dalam mewujudkan keinginan kita.

        Demikian rangkaian peringatan hari santri di al-falah ploso. Sehingga semangat hari santri tidak berhenti pada kemeriahan acara semata, tetapi juga tumbuh dalam keseharian para santri melalui pengamalan ilmu, penjagaan akhlak serta pengabdian kepada agama, bangsa dan negara.

penulis: m. jamal