Ibrahim Al-Khawwas adalah seorang ulama dan sufi terkenal yang hidup pada abad ke-3 Hijriah. Beliau dikenal karena kezuhudan, tawakal, dan kecintaannya yang besar kepada Allah SWT. Julukan Al-Khawwas berarti "ahli dalam mengolah daun kurma", yaitu pekerjaan yang pernah beliau tekuni untuk mencari nafkah secara halal.
Suatu ketika beliau melakukan perjalanan jauh melintasi padang pasir. Dalam perjalanan itu, bekal yang dimilikinya sangat sedikit. Namun, beliau tetap tenang dan tidak merasa khawatir karena yakin bahwa Allah akan mencukupi kebutuhannya.
Suatu hari, ada seseorang yang bertanya, "Apa yang membuatmu mampu bertahan hidup di tempat yang keras seperti ini?"
Ibrahim Al-Khawwas menjawab, "Aku belajar dari seekor burung. Burung itu keluar dari sarangnya dalam keadaan lapar pada pagi hari, tetapi ia pulang pada sore hari dalam keadaan kenyang. Ia tidak mengetahui di mana rezekinya berada, namun tetap berusaha dan bertawakal kepada Allah."
Dari kisah tersebut, Ibrahim Al-Khawwas mengajarkan bahwa tawakal bukan berarti meninggalkan usaha, melainkan berusaha semaksimal mungkin sambil menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT.

