BERCANDA DAN BANYAK TERTAWA

dema

0

Kita semua pasti sangat menyukai yang namanya bercanda atau humor saat berbincang dengan lawan bicara, tertawa bisa meledak ketika lawan bicara sudah mengeluarkan jurus pamungkasnya.
Akan tetapi kita harus ingat dengan sabda Nabi Muhammad SAW :

إِنَّ الرَّجُلَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ يُضْحِكُ بِهَا جُلَسَاءَهُ يَهْوِى بِهَا مِنْ أَبْعَدَ مِنَ الثُّرَيَّا

"Sesungguhnya orang yang berbicara dengan perkataan yang bisa memancing gelak tawa, ia akan masuk kejurang neraka dengan posisi paling jauh dari titik tsuroyya".
Dalam redaksi lain Syaikh Abu Nuaim Ahmad Alasfihani menyatakan bahwa hadist di atas merupakan hadist ghorib, hadist tersebut hanya di riwayatkan oleh Sahabat Shofwan Az zubair Bin Said Alhasyimi
Disisi lain Nabi Muhammad SAW bersabda :

وَيْلٌ لِلَّذِي يُحَدِّثُ فَيَكْذِبُ لِيُضْحِكَ بِهِ الْقَوْمَ وَيْلٌ لَهُ وَيْلٌ لَهُ

"Celaka bagi orang yang berbicara kemudian dia berbohong supaya bisa membuat tertawa masyarakat, celaka baginya, celaka baginya." (HR.Ahmad, Abu Dawud, At-Turmudzi dan hakim).
Hadist Nabi yang satu ini sangat cocok untuk para remaja sat ini, karena zaman sekarang banyak dan sering sekali mereka berbohong untuk bisa mencairkan suasana.

      Dari Hadist dan penjelasan diatas, memberikan pemahaman bahwa bercanda itu pasti dilarang, namun dalam Kitab Ihya' ulumuddin, Imam Al-Ghazali meceritakan banyak riwayat bahwa Kanjeng nabi terkadang juga melempar candaan kepada orang disekitar.

      Candaan mempunyai potensi untuk menyakiti orang lain, menyebabkan kedengkian, dan menghilangkan kewibawaan, akan tetapi bercanda juga di sunnahkan ketika mengandung kemaslahatan dan untuk membuat nyaman lawan bicara.
Jadi intinya teman-teman, kita boleh-boleh saja untuk bercanda, akan tetapi harus tau aturan, apa lagi jika kita seorang wanita, kita harus benar-benar bisa menjaga diri. Maksudnya kitakan tahu kalau suaranya seorang wanita itu adalah aurat dan aurat itu harus di jaga, jangan sampai aurat kita terumbar. Nabi Muhammad SAW sudah menyiarkan Agama Islam dengan susah payah dan menyelamatkan para wanita dari zaman Jahiliyyah, kita yang sudah di selamatkan malah gak tau diri kan gak baik.....

      Di dalam kitab Ta'limul mutaalim pada فصل فيما يجلب الرزق bahwasannya Kiai Bazru Jamhar menjelaskan bahwa: "Ketika kamu melihat orang yang banyak bicara, maka yakinlah bahwa orang itu merupakan orang gila".
Maksudnya ketika ada orang yang banyak bicara akan tetapi bicaranya bukan tentang ilmu maka bisa dipastikan 100% omongannya hanyalah omong kosong.
Sayyidina Ali Bin Abi Tholib RA juga berkata "orang yang memiliki akal ialah orang yang tidak banyak bicara".
Lumayan seram yaa...

Didalam kita Ta'lim mutaalim juga di terangkan dalam sebuah syair yang berbunyi :

النُّطْقُ زَيْنٌ وَالسُّكُوتُ سَلَامَةٌ * فَإِذَا نَطَقْتَ فَلَا تَكُنْ مِكْثَارًا

مَا إِنْ نَدِمْتَ عَلَى سُكُوتٍ مَرَّةً * وَلَقَدْ نَدِمْتَ عَلَى الْكَلَامِ مِرَارًا

"Ucapan merupakan perhiasan, sedangkan diam merupakan simbol keselamatan. Maka ketika kita berbicara tidak perlu terlalu banyak, sungguh kamu tidak akan menyesal ketika kamu mau diam sebentar, dan sungguh kamu akan benar-benar menyesal ketika kamu banyak bicara".

      Kita boleh kok banyak bicara, akan tetapi ada syaratnya...
Syaratnya adalah ketika kita banyak membicarakan prihal ilmu, gak cuman banyak bicara, ketika kita sedang membahas syariat kita di perbolehkan juga untuk berdebat. Akan tetapi kita juga harus berhati-hati karna debat bisa memicu kita untuk menyakiti hati orang lain, walaupun dari awal kita tidak memiliki niat seperti itu, pasti ada saja yang kesenggol egonya... Padahal itu sedang membahas ilmu looh.. apalagi ketika debat karna memperebutkan pasangan hidup. Kalau sudah seperti itu bukan hanya menyakiti hati orang tapi juga ada keinginan untuk menang sendiri.

Tapi perlu diingat ya teman-teman, kita jangan sampai berdebat dengan orang bodoh karna ketika kita ingin menang dari orang bodoh kita harus lebih bodoh darinya. Didalam kitab Bidayatul hidayah pada bab حفظ اللسان من ثمانية di terangkan :


"... jangan berdebat dengan orang bodoh, kecuali ketika dia sudah menyakitimu"
Kalau gak nyakitin ya gak usah diladenin, percuma juga kalau kita ngladenin yang ada malah capek sendiri dan tensi darah malah naik lagi... Teman-Teman harus tau kalau Nabi Muhammad SAW Bersabda :

مَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَهُوَ مُبْطِلٌ بَنَى اللهُ لَهُ بَيْتًا فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ وَمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَهُوَ مُحِقٌّ بَنَى اللهُ لَهُ بَيْتًا فِي أَعْلَى الْجَنَّةِ

"Barang siapa yang meninggalkan adu mulut sedangkan ia tahu sedang berada di dalam kebathilan, maka Allah SWT akan membangun untuuknya rumah di Kanan kirinya surga, dan barang siapa yang meninggalkan adu mulut sementara ia berbuat benar maka allah akan membangunkan untuknya rumah di surga yang paling tinggi"
Subhanallah..begitu indah balasan untuk orang yang mau meninggalkan perdebatan

      Pada intinya perdebatan itu nggak ada gunanya, jadi kita dianjurkan untuk selalu menjaga lisan kita dan senantiasa untuk berdzikir kepada Allah SWT sebagaimana yang telah tertulis di dalam kitab Bidayatul hidayah :

وَبِالْجُمْلَةِ فَاللِّسَانُ خُلِقَ لَكَ لِتُكْثِرَ بِهِ ذِكْرَ اللهِ تَعَالَى وَلِتِلَاوَةِ كِتَابِهِ

"Adapun lisan di ciptakan hanya agar kamu bisa memperbanyak dzikir kepada Allah, dan membaca Al-quran"
Didalam kitab bidayatul hidayah kita di ajarkan untuk senantiasa menjaga lisan kita agar tidak mengucapkan perkara yang bisa membuat kita terjerumus kedalam api neraka. Kita tidak di perbolehkan untuk menggunakan lisan jika kita menggunakannya untuk bermaksiat kepada Allah SWT karna jika seperti itu, kita termasuk orang-orang yang kufur atas nikmat yang telah Allah berikan. Perlu di ingat teman-teman lisan merupakan anggota badan yang harus benar-benar kita jaga, karna lisan itu kalau sudah berbicara bisa menggoncangkan dunia, dan gak cuman itu lisan juga bisa mengantarkan kita kedepan pintu neraka jahanam, dan menjerumuskan kita kedalamnya.
Seperti yang telah di jelaskan didalam kitab Hidayatul hidayah :

وَهَلْ يَكُبُّ النَّاسَ فِي النَّارِ عَلَى وُجُوهِهِمْ إِلَّا حَصَائِدُ أَلْسِنَتِهِمْ

"Dan tidaklah manusia di masukkan kedalam neraka akibat lubang hidungnya melainkan karena ucapan yang di hasilkan dari lisan mereka."

Sudah sangat jelas bukan seberapa bahayanya lisan kita ini ?
Kuasa Allah SWT memang benar-benar tidak ada tandingannya,lisan yang tidak memiliki tulang jika sudah bergerak tajamnya melebihi pedang samurai.

Semoga dengan penjelasan singkat dan beberapa hadist di atas kita bisa menjaga lisan dan kita juga bisa semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT Aamiin Aamiin Ya Robbal Alamiin.

#Yasminhananalbarizi#Tabassamal-falahputri.